counter free hit invisible

4 Manfaat Olahraga Aerobik untuk Kesehatan Otak

2 min read

Tidak terdapat yang dapat menyangsikan guna dari olahraga yang sungguh luar biasa, lagipula bagi kita yang telah tidak muda lagi. Salah satu jenis olahraga yang dapat diandalkan ialah aerobik yang ternyata berfungsi untuk mengawal kesehatan otak.

“Beberapa lokasi di benak mulai dari unsur depan (frontal), sisi kiri dan kanan (temporal dan parietal), unsur belakang (oksipital), dan benak kecil (serebelum) merasakan pengurangan ukuran di umur tua. Memasuki umur 40 tahun, ukuran benak berkurang sampai 5 persen tiap 10 tahun. Berkurangnya volume benak tersebut kemudian dibuntuti penurunan fungsi,” ujar dr. Sepri.

Pikun ialah penurunan faedah otak yang sangat sering terjadi saat usia semakin tua. Pada akhirnya, kondisi tersebut mungkin dapat meminimalisir kualitas hidup Anda. Tak butuh cemas. Hal tersebut dapat diantisipasi dengan olahraga secara berkala.

Olahraga aerobik guna kesehatan otak

Melansir dari Livestrong, usulan bahwa olahraga dapat menyehatkan benak bukanlah urusan baru. Sebuah tulisan yang diterbitkan dalam The Boston Medical and Surgical Journal pada 1887 mengaku bahwa olahraga bisa berkontribusi pada pertumbuhan benak dan pertumbuhan mental.

Di sisi lain, menurut keterangan dari sebuah riset yang dilaksanakan di Australia dan dimuat dalam jurnal Neuroimage, olahraga jenis aerobik ternyata secara signifikan dapat menjaga dan meningkatkan volume otak, terutama bagian hipokampus.

Dijelaskan oleh dr. Sepri, hipokampus sendiri ialah bagian benak yang berperan urgen untuk menyimpan kenangan dan mengubah memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang. Berikut ini ialah manfaat olahraga aerobik untuk kesehatan benak Anda:

1. Mengurangi peradangan benak 

Peradangan kronis yang meluas di tubuh berkontribusi terhadap pertumbuhan penyakit laksana radang sendi, diabetes, penyakit jantung dan kanker. Kondisi ini lantas dapat memengaruhi otak sampai menyebabkan faedah kognitif terganggu, laksana gangguan kognitif enteng dan Alzheimer.

Namun, pelajaran aerobik ialah alat yang ampuh untuk mengurangi peradangan di tubuh. Sebuah studi pada 2017 yang diterbitkan dalam Brain, Behavior, and Immunity mengejar bahwa pelajaran aerobik intensitas sedang sekitar 20 menit bisa menurunkan firasat peradangan pada 47 sukarelawan sehat yang menjadi objek penelitian.

Di samping itu, semua peneliti mengerjakan penelitian pada 2015 terhadap tikus yang tidak cukup tidur dan diterbitkan dalam Journal of Inflammation. Dari riset tersebut ditemukan bahwa pelajaran aerobik secara tertata dapat menurunkan risiko peradangan di distrik hipokampus tikus yang sehubungan dengan memori, pembelajaran, dan emosi.

Para peneliti memutuskan bahwa olahraga mempunyai efek neuroprotektif yang bisa melawan peradangan hipokampus dampak kurang tidur. Meski demikian, bukan berarti tidak masalah untuk istirahat lebih tidak banyak selama kita berolahraga. Sebab tidur malah memainkan peran utama dalam pemrosesan memori.

2. Meningkatkan metabolisme glukosa di otak

Otak memakai sekitar 50 persen energi glukosa dalam tubuh dan benak bergantung pada metabolisme glukosa guna dapat bermanfaat secara optimal. Kelainan metabolisme glukosa di benak dapat memengaruhi sebanyak gangguan neurologis dan kejiwaan, tergolong penyakit neurodegeneratif laksana Alzheimer.

Namun, menurut keterangan dari hasil studi pada 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease, olahraga intensitas sedang yang dilaksanakan secara tertata dapat menambah metabolisme glukosa di otak. Studi ini melibatkan 93 orang dewasa umur paruh baya yang berisiko genetik tinggi terhadap penyakit ini.

Peneliti mengukur kegiatan harian partisipan memakai akselerometer yang mendeteksi kegiatan ringan, sedang dan berat, serta lantas menganalisis data yang sukses dikumpulkan.

Para peneliti mengejar bahwa kegiatan intensitas sedang sehubungan dengan penambahan metabolisme glukosa. Di samping itu, mereka yang melakukan kegiatan sedang sekitar lebih dari 68 menit masing-masing hari mengindikasikan metabolisme yang lebih baik daripada mereka yang menguras lebih tidak banyak waktu berolahraga.

3. Meningkatkan integritas pelajaran putih di otak

Materi putih di benak bertugas menghubungkan sekian banyak  wilayah otak, sampai-sampai seluruhnya bisa berkomunikasi. Serat saraf yang tercakup dalam isolasi listrik yang dinamakan mielin menciptakan komunikasi ini cepat dan efisien, sampai-sampai Anda bisa memproses informasi dengan cepat dan mempelajari hal-hal baru dengan lebih cepat.

Ketika pembentukan mielin baru melambat atau berhenti bakal memengaruhi faedah kognitif, yang lantas juga dapat dikaitkan dengan gangguan psikologis, tergolong depresi dan skizofrenia.

Berita baiknya ialah produksi mielin dapat dipicu melalui pelajaran fisik. Sebuah studi pada 2016 dalam Journal of Alzheimer’s Disease menganalisis korelasi antara kebugaran kardiorespirasi dan integritas pelajaran putih.

Mereka mengejar bahwa tingkat kebugaran kardiovaskular yang lebih tinggi berkorelasi dengan penambahan integritas pelajaran putih dan kinerja kognitif yang lebih baik salah satu peserta dengan gangguan kesehatan yang ringan.

4. Meningkatkan volume hipokampus

Hipokampus ialah pusat pembelajaran, memori, dan emosi di otak, yang ingin menyusut seiring meningkatnya usia. Hilangnya volume dalam hipokampus bisa menyebabkan kenangan verbal dan keterampilan belajar terganggu.

Sebuah studi pada 2015 yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine mengungkapkan bahwa olahraga aerobik secara tertata tampaknya menambah volume hipokampus pada wanita, yang lebih berisiko merasakan penyusutan hipokampus daripada pria.

Dalam studi tersebut, 86 wanita antara umur 70 hingga 80 tahun dengan bisa jadi gangguan kognitif enteng secara random ditugaskan guna menjalani enam minggu program pelatihan aerobik, pelatihan resistensi, atau pelatihan keseimbangan.

Pemindaian MRI sebelum dan setelah program mengindikasikan peningkatan volume hipokampus kiri, kanan, dan total yang signifikan pada kumpulan pelatihan aerobik.

Setelah memperhatikan penjelasan di atas, sekarang Anda sudah mengetahui sekian banyak  manfaat olahraga aerobik guna kesehatan otak. Beberapa jenis pelajaran aerobik yang dapat Anda lakukan ialah jalan kaki, joging, bersepeda, dan berenang. Tunggu apa lagi? Yuk, jaga kesehatan benak Anda sampai lansia dengan olahraga rutin!

Cara Menambah Berat Badan jika Anda Mengidap Diabetes

Penurunan berat badan bisa menjadi gejala diabetes. Karena tubuh Anda tidak dapat menggunakan gula dalam darah, kalori yang biasanya digunakan akan hilang. Meskipun Anda mungkin...
lilmiscolor
2 min read

Cara Menguji Diabetes di Rumah

Sangat penting untuk mendapatkan ujian kesehatan tahunan setiap tahun, yang dapat membantu menangkap diabetes sejak dini. Selain itu, selalu terbaik untuk mengunjungi dokter Anda jika...
lilmiscolor
1 min read

Cara Menuju Hidup Sehat

Memimpin berarti bertanggung jawab dan membimbing. Dengan memutuskan untuk menjalani hidup yang sehat, Anda memutuskan untuk mengambil alih kendali atas kebiasaan dan tindakan Anda sendiri....
lilmiscolor
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *